• Bean Dorsey posted an update 1 month, 4 weeks ago

    Piknik riwayat aku baru-baru ini oleh Gene Domagala bersama anggota timur bersama utara dari Rantau mempromosikan aku ke wilayah Kingston Road dan makna historis yang dimainkannya dalam pengembangan East Toronto. Gene pun memublikasikan aku atas Carolyn Pitre yang menopang melakukan Peguyuban Usahadagang Kingston Road. Dengan tatapmuka berdasarkan Carolyn, saya menemukan jika daerah Kingston Road antara Main Street dan Victoria Park Avenue ialah satubuah teritori perbelanjaan yang mengutarakan dan beranekaragam bersama-sama sendirinya, jadi pada Sabtu pagi yang bayan ini saya angkatkaki untuk mendapatkan beberapa biaperi dan produk yang ditawarkan berbarengan Kingston Road.

    Daerah pertama yang aku kunjungi mengambiltempatbercokol di ciri komidigambar yang direnovasi patut; jendela lukisan yang bagus menyenteri interior kerap kenangan dari Memories Now and Then, pelaminan konferensi high-end yang dipegang oleh Nadine Steinberg. Nadine menerima aku di tokonya berlanjut mencitrakan apabila tokonya menyandang mebel, babut, gerabah, lampu, bersama adunan kuno opsi. Sira menambahkan bila semua elemen yang beliau angkat adalah kelas menurut lalu dipetik.

    Nadine menyandang kapabilitas bertahun-tahun dalam usahadagang ritel kaca, kristal, berikut argentum. Bunda serta saudara perempuannya sempat berkecimpung dalam bidangusaha luhur selagi bertahun-tahun, jadi cinta Nadine mau muatan-muatan berbobot tinggi atas asalusul pernah lambat disulut. Dirinya gemar jika potongan-potongan yang dipilihnya

    jual kemeja polos pria ecer dan grosir dan terawat berbarengan bagus, beserta tokonya merupakan kesempatan bagi pelanggannya mau meninjau muatan-muatan dandanan rumah yang merentak yang sudah beralamat dalam ujian era. Album Sekarang beserta Terus amat besar, juga bentuk berselera disiapkan pada tiga susun: bilik bawah tanah, lunas penting, berlanjut galeri geladak kedua yang terutama diciptakan buat Nadine oleh pemiliknya waktu beliau pertama kali membeli warung itu. Nadine menambahkan apabila pelanggannya datang dari zona seperti Rosedale, Forest Hill ikut North York, lalu banyak dari mereka suah dirujuk kepadanya dari mulut ke mulut.

    Saya meneruskan pengembaraan saya di Kingston Road serta finis di Pegasus Community Thrift Store, yang dikelola oleh volunter bakal Cetakbiru Rakyat Pegasus untuk Orang Cukupumur bersama Keperluan Spesial. Marie Perrotta, pembina juga atasan manajer tubuh nirlaba ini, terletak di gerai berbarengan bersama seorang volunter. Saya suah menyandang tempo akan berhadapan Marie pada aplusan sebelumnya beserta amat terkesan oleh organisasinya terus dedikasinya pada orang cukupumur berdasarkan keinginan privat. Selama minggu orang cukupumur penyandang cela membuat warung, dibantu oleh pekerja berlanjut relawan. Merchandise pelaminan termasuk instrumen yang diperoleh oleh pengikut program, termasuk kartu gelar desain tangan, campuran sup beserta kue lalu bookmark.

    Pada akhir pekan beranekaragam relawan keluar dari peguyuban untuk mendukung. Naomi Drayton memberitahuku jikalau beliau dengancara konsisten jadi volunter buat Pegasus. Tiap Sabtu ia capai semasa sepotong jam. Dia menyebutkan bila beliau memegang seseorang anak gadis, berikut sukarelawannya di Pegasus memberinya waktuketika besar bakal pergi dari rumah dan bersosialisasi bersama beberapaorang dari publik. Takhanya itu, dia melaksanakannya untuk tujuan yang positif karena segenap gaji eksporimpor yang diperoleh di amben pengiritan berjalan menuju Proyek Peguyuban Pegasus.

    Naomi dulu berdiam di kota sedikit di luar Toronto kemudian terkini mengimbit ke Tepilaut kuranglebih setahun yang setelahitu. Sira menyayangi kawasan itu bersama menikmati seluruh toko muatan firasat di sepanjang Kingston Road beserta melakukan separuh besar belanjaannya di sini. Naomi menambahkan bahwa ia mau berdiam di daerah ini bikin era yang lambat beserta sira kepingin putrinya tumbuh di pesisir.

    Orang lain di toko itu menyerobot terus berbicara, "Saya anyar saja membuka gerai beberapa pintu ke bawah. Kenapa Kamu enggak dekati memantau aku juga?" Jadi saya mengakhirkan hendak terdapat di Pulang separuh metode di bagian barat Pegasus Community Thrift Store. Pemilik Fiona Bramzell ikut putrinya yang berumur lima tahun Paige memanggil aku dengan hangat. Fiona, berasal dari Inggris, membuka tokonya pada November lalu. Flip adalah gerai titipjual yang memperkenalkan baju sisa untuk kanak-kanak dari anakkecil hangat lahir sampai berumur dua iba tahun. Takhanya itu, pula membawa sebelah busana hendak orang berumur.

0 comments

  1. Oleh Abdullah Fikri Bariman
    Ahli Aktif IKRAM Batu Pahat

    Bukanlah satu perkara mudah untuk kita melakukan satu perkara yang luar dari kepakaran kita. Sebagai contoh adakah seorang mekanik kereta mampu melakukan pembedahan di dewan bedah sebagai seorang doktor?. Tentu saja sukar dan jauh dari kepakaran yang dimiliki. Mungkin contoh ini agak ekstrem tetapi antara sebab utama saya sangat mengikuti setiap siri karya penulis ini adalah apabila penulis melakukan satu karya yang bagi saya jauh panggang dari api jika kita melihat kepada latar pendidikan yang ditempuhi. Beliau yang berkelulusan PhD Zoology (University of Aberdeen, Scotland) menulis karya tentang sejarah. Ya, berkenaan sejarah. Satu bidang yang berbeza bagi saya.
    Atas sebab itu saya bersungguh-sungguh untuk mencari dan membaca Jejak Risalah Nusantara 1 karya Prof. Madya Dr. Hafidzi Bin Mohd Noor. Akhirnya saya telah berjaya mendapatkannya dari penerbit Risalah Harmoni. Satu tabiat saya tentang buku apa yang sepatutnya saya baca, saya berpegang kepada satu pepatah direka sendiri ‘Mengenali Siapa Penulisnya sebelum Memilih Buku’. Saya secara peribadi pernah bertemu penulis dan mengikuti satu sesi perbincangan beliau pada tahun 2007 ketika persediaan sebelum Program jelajah Indonesia yang lebih dikenali ‘Road to Jawa 2’. Disitulah bibit-bibit kekaguman kepada beliau berputik. Bagaimana dr Hafidzi mampu untuk mengikat saya di tempat duduk tanpa berasa bosan walaupun sejenak dari pagi sampai tengahari betul-betul membuka mata saya betapa sejarah ini ada nilai yang tinggi dan tersendiri.
    Setiap peristiwa yang terjadi tidak berlaku dengan sendirinya tanpa ada sebab dan akibatnya. Dr Hafidzi mampu untuk melengkapkan dan menyambung setiap titik peristiwa kepada satu Matlamat yang jauh. Bagaimana kejatuhan Umat islam di Andalusia mempengaruhi umat islam di Nusantara. Apabila Ratu Isabel Berjaya menjatuhkan Andalusia dan rentetan terbukanya jalan laut ke wilayah baru nusantara. Dr hafidzi tidak akan meletakkan satu-satu peristiwa bersendirian. Pasti ada sebab dan akibat yg memberi kesan baik atau buruk pada satu-satu tempat. Apa yang berlaku di Johor di selatan tidak hanya memberi kesan kepada Johor semata, melainkan pasti ada kesan secara lansung atau tidak pada Kelantan di timur atau kedah di utara. Begitulah kemampuan dr hafidzi bijak mencatumkan sekeping ‘jigsaw puzzle’ mejadi satu ‘big picture’ bagaimana taakulan kita terhadap sesuatu peristiwa
    Menceritakan tentang perkara lalu bukanlah satu perkara mudah, hatta kita sendiri untuk menceritakan apa yang telah kita lakukan pada hari semalam kadang-kadang bukan semua kita dapat ingat kembali. Begitulah sifat sejarah, merungkai kembali apa yang telah lepas ratusan tahun lalu perlukan sebuah rujukan. Ternyata buku ini memberikan setiap peristiwa yang berlaku ada rujukannya. Dr hafidzi memasukkan peristiwa bukan semberono melainkan ada rujukan disisipkan. Setiap peristiwa ada nota kaki yang diberikan. Itulah antara salah satu sebab buku ini bukan buku sejarah ‘syok sendiri’.
    Menceritakan apa yang berlaku tanpa bukti satu perkara yang sukar walaupun peristiwa tersebut adalah benar. Oleh itu dr hafidzi menceritakan sesuatu perkara diselang-selikan dengan gambar kesan peristiwa sejarah tersebut. Perkara ini amat berkesan dalam kita menghayati sesebuah peristiwa dengan sedikit sebanyak mampu membawa kita seolah-olah kita berada di masa tersebut. Ini memberi kesan besar untuk memahami apa yang telah berlaku. Dr hafidzi bukan sekadar menyatakan peristiwa tersebut , bukan sekadar membaca sahaja di buku-buku tetapi pergi terus ke tempat dan peristiwa itu . melihat sendiri kesan peristiwa tersebut. Bukan sekadar menyelak-nyelak buku di rak-rak perpustkaan untuk mendapatkan fakta dan maklumat. Tetapi menghabiskan keringat dan wang ringgit untuk memastikan fakta dan peristiwa yang tepat.
    Buku ini sangat sesuai untuk pemula atau bacaan yang sangat baik untuk sesiapa saja yang ingin mendapatkan gambaran awal dan kefahaman sedikit sebanyak sejarah nusantara. Bagaimana pertembungan islam dan budaya setempat diasimilasi dengan baik walapun memakan masa yang lama. Ternyata warisan islam ke Nusantara bukan monument atau bangunan hebat-hebat seperti candi prambanan atau Borobudur. Tetapi adalah warisan ilmu dan ketamadunan. Setiap perubahan itu bukan sahaja perlukan perubahan politik tetapi yang lebih utama adalah perubahan ilmu yang kekal dan membentuk generasi hadapan

  2. JEJAK RISALAH DI NUSANTARA 2 (JIHAD MELAWAN PORTUGIS & SEPANYOL)
    Reviu oleh Abdullah Fikri Bariman
    Pengerusi IkramSISWA UTHM

    Tajuk bukunya adalah jejak risalah nusantara, tetapi jika anda memulakan pembacaan makalah ini antara bab awal yang menyapa anda adalah peristiwa kejatuhan kerajaan Andalus di Sepanyol yang telah memerintah selama 800 tahun di bumi eropah tersebut. Bukankah Negara Sepanyol itu jauh beribu batu dengan wilayah nusantara, maka kenapa sebagai pembuka bicara makalah ini dimulakan dengan peristiwa ini?.

    Itulah kehebatan Dr Hafidzi, menyambung titik peristiwa seantaro dunia dan kesannya terhadap wilayah nusantara. Penaakulan yang kemas, tidak semberono dan memberi gambaran bagaimana dunia ini bergerak dari barat ke timur utara dan selatan.

    Bagi Jilid 2 ini walaupun ianya bernombor ii(2) mengikut susunan , tetapi ianya baru sahaja siap ditulis dan diterbitkan pada 2015. Sedangkan Jiid VI(4) Gerakan Islam penggerak kemerdekaan Indonesia diterbitkan pada tahun 2009, manakala jilid V(5) telah diterbitkan oleh JIMedia pada Okotber 2009. Kenapa berlaku sebegitu rupa, Dr. Hafidzi ada menjelaskan sebab berlakunya langkauan jilid ini dan seolah-olah tidak mengikut susunan.

    Jika Siri 1 adalah terbitan JIMedia Siri 2 ini pula adalah terbitan Risalah Harmoni. Ternyata terbitan kali ini memberi nafas segar kepada karya ini. Kemasan kulit buku yang sangat cantik dan kemas mampu memikat sesiapa sahaja melihatnya. Pandangan pertama melihat kulit buku berlatar belakangkan pintu gerbang A. Famosa sebahagian dari Kubu Santiago sahaja sudah menarik. Dengan warna yang segar dan lari jauh dari konsep tradisional buku sejarah yang pada kebiasaannya warna kusam dan tiada gambar atau lukisan. Tetapi Risalah Harmoni telah memberi imej baru bagi buku yang bertema sejarah. Tahniah Risalah Harmoni kerana mampu menerbitkan buku bergenre sejarah pada kebiasaannya hanya mampu menarik pembaca dikalangan ahli akademik ataupun pemikir, tetapi kali ini saya yakin dengan strategi yang berkesan dan kemasan sebegini ianya mampu menarik pelbagai lapisan masyarakat membaca karya ini.

    Jejak Risalah ini Siri 2 ini mengekalkan ketebalan yang hampir sama dengan jilid 1 iaitu 120 muka surat. Dengan pembacaan sederhana anda mampu menghabiskan bacaan keseluruhan dalam masa 2 hari sahaja. Ini kerana setiap bab memberi makna, gaya penulisan yang seolah-olah kita sekali berada di zaman tersebut. Ianya akan membuatkan anda terus tertanya-tanya apakah yang akan berlaku seterusnya.

    Jika prakata siri 1 adalah daripada Prof Dr Mohamed Hatta Shaharom Pakar runding Psikiatri, bagi siri 2 ini daripada Ustaz Alias Othman Ahli dewan Perwakilan Nasional Pertubuhan IKRAM Malaysia. Saya secara peribadi selalu mengamati prakata setiap siri ini kerana ternyata rakan-rakan Dr Hafidzi telah memberikan penyaksian kehidupan betapa penulis siri ini bukan calang-calang. Sering disifatkan sebagai seorang yang sangat gigih dalam perjuangan dan memiliki semangat berkorban yang menabjubkan. Ulasan sebegitu rupa membangkitkan lagi semangat saya untuk membaca karya ini kerana penulisan ini bukan atas dasar amatan kosong sekadar mengambil rujukan dari buku-buku di rak perpustakaan. Tetapi atas tinta perjuangan yang telah dilaksanakan. Inilah karya yang mampu membangkitkan roh perjuangan disingkap dari zaman silam buat pedoman generasi kini
    Portugis dan Sepanyol merupakan watak penting bagi siri ini. Fokus utama bagi jilid ini adalah wilayah semenanjung tanah melayu dan kepulauan Borneo. Jika disebut Portugis mungkin yang kita kenali adalah pemain bola sepak terkenal Cristiano Ronaldo, tetapi sekitar 600 tahun lalu negara inilah yang menjarah tanah melayu dan sangat sinonim dengan nama Melaka. Pertualangan Portugis untuk sampai ke tanah melayu bukan satu perkara mudah apabila perlu menguasai lautan hindi dahulu untuk ke misi menguasai tanah melayu. Penerokaan pertama di lautan hindi telah diketuai oleh Vasco Da Gama yang secara terang-terangan mendedahkan bahawa kedatangannya adalah untuk mencari penganut krisitian dan rempah. Jalan yang dirintis Da Gama ini diteruskan oleh Alfonso de Albuquerque yang berjaya menjatuhkan Goa dan seterusnya misi ini diteruskan sehingga ke Tanah Melayu.
    Sedikit paparan tulisan Dr Hafidzi kenapa Melaka ketika itu menjadi rebutan Portugis
    “ Kedudukan Melaka yang strategik, di tengah-tengah laluan ke benua kecil India dan tanah besar di Tiongkok, menjadikan ia tempat pertemuan dagang antarabangsa, sehingga dalam kalangan saudagar Arab, Melaka lebih dikenali sebagai ‘Mulakat’ iaitu ‘tempat pertemuan’ “

    Ternyata kejatuhan kota Melaka pada tahun 1511 ini umpama pukulan ‘knockout’ Muhammad Ali kepada George Foremen di Kejohanan Tinju bertempat di Zaire. Umat islam yang menguasai laluan perdagangan tidak lagi memegang pusat-pusat perlabuhan penting. Jalan perdagangan yang putus di lautan Hindi kini menerpa pula di wilayah nusantara apabila jatuhnya kota Melaka. Dengan jatuhnya kekuasaan politik menatijahkan lemahnya kekuatan ekonomi. Laluan perdagangan rempah bernilai jutaan itu kini dikuasai oleh Aparat Portugis. Satu kerugian besar buat seluruh umat islam atas kehilangan wilayah Melaka ini.

    Untuk kesinambungan kejatuhan Melaka Dr hafidzi telah memasukkan peranan Brunei yang sebegitu kuat menjadi benteng kepada penguasaan yang lebih kuat Portugis ke atas wilayah nusantara. Brunei diasak dari utara oleh Sepanyol yang menganggap kesultanan Brunei sebagai musuh dan ancaman, manakala Portugis melihat Brunei sebagai salah satu pelabuhan di sepanjang laluan perdagangan yang menguntungkan. Brunei akan menjadi pelabuhan penyambung kepada wilayah portugis di Macau. Sungguhpun begitu kuat ancaman dari Sepanyol dan Portugis Brunei tetap merdeka dari penguasaan kuasa asing.

    Untuk bab terakhir bagi siri ini Dr. Hafidzi menamatkan dengan sedikit ‘teaser’ berkenaan makalah siri 3 iaitu Melaka menyerah kalah pada Portugis 1511?. Kemudian bab seterusnya yang paling menarik buat pedoman pasangan muda melayar bahtera. Walapun penulis belum berumah tangga tetapi bab terakhir daripada siri ini benar-benar satu contoh pasangan yang saling menghargai dan memahami tujuan ‘masjid’ itu bina. Benarlah kata pujangga Perjuangan itu bermula dengan bahagianya rumahtangga.

  3. Oleh Abdullah Fikri Bariman

    Jika revolusi perancis pada 1789–1799 digerakkan oleh roh perjuangan kerana kesengsaraan hidup golongan bawahan yang diperintah oleh kerajaan monarki Perancis lalu menjadikan negara moden Perancis tika ini. Manakala Negara Indonesia merdeka atas keringat dan perjuangan roh islam . Tidak akan merdeka negara Indonesia yang menjaga kedaulatan Negara selepas jatuhnya Jepun didalam peperangan Dunia ke-2 selama 5 tahun daripada dirobek kembali oleh belanda jika bukan kerana dek usaha berterusan gerakan islam yang berkorban masa dan tenaga untuk Negara tercinta. Itulah yang menjadi Intipati utama dalam karya Dr hafidzi bagi siri Jejak Risalah Di Nusantara 6(VI) Gerakan Islam Penggerak Kemerdekaan Indonesia. Bagaimana golongan ulamak terdahulu memulakan islah di kalangan rakyat seterusnya menjadi tonggak utama di tengah-tengah gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia
    Ternyata Makkah dan dunia islam tidak dapat dipisahkan, bukan sahaja sebagai tempat suci umat islam yang terletaknya kaabah tetapi sebagai sumber kekuatan roh bagi umat ini. Para hujjaj yang kesana bukan sekadar menunaikan ibadat haji, tetapi seolah-olah menghadiri satu konvensyen tahunan mengumpulkan hampir keseluruhan pejuang umat ini seantaro dunia. Seringkali setiap kali pulangnya mereka yang pulang dari menunaikan haji akan membawa satu perubahan baru kepada penduduk setempat. Ianya seolah-olah memberikan satu kehidupan baru kepada hujaj tersebut dengan simbolik mempunyai nama baru. Sebagai contoh Muhammad darwis telah dianugerahkan nama baru iaitu Haji Muhammad Dahlan pendiri gerakan Muhammadiyah.
    Perjuangan di wilayah nusantara ini berterusan kerana para ulama di nusantara tidak putus-putus mengunjungi tanah haram yang diberkati bagi menuntut hikmah dan ilmu dari pada ulama terbilang yang tidak lain tidak seperti haji Ahmad khatib yang menjadi guru kepada hampir keseluruhan ulamak pembaharu di wilayah nusantara Syeikh Abdul Karim Amrullah (ayah Hamka), Hj Agus Salim (The Grand Old Man), Syeikh Tahir Jalaluddin dan Sayyid Syeikh Al-Hadi. Peranan ulama mekah yang menerajui perjuangan bermula dengan pendidikan dan pencerahan keilmuan yang merintis kemerdekaan ini menjadi asas kepada Negara Indonesia dan Malaysia. Tanpa gerakan ulama ini maka tiadalah Negara Malaysia kita yang tercinta.

    Perjuangan di Indonesia ini bermula dengan mengukuhkan kembali ekonomi umat islam yang ternyata sedang tenat dan kebanyakan rakyat di kalangan petani terpaksa menjadi pengemis di tanah air sendiri. Tanah pertanian yang disewa daripada belanda dan cukai yang membebankan menyukarkan para petani untuk meneruskan kelansungan hidup. Oleh itu gerakan Syarikat Perdagangan Islam atau lebih dikenali sebagai Syarikat Islam (SI) telah menjadi pencetus kepada gerakan Kemerdekaan Indonesia. Pelopor utama SI tidak lain tidak bukan adalah ‘The Uncrowned King Of Java’ Haji Omar Said Cokroaminoto yang berjaya menyatukan hampir keseluruhan etnik di Indonesia menjadi satu suara. Jika anda pernah melihat lambing parti PDI-P di Indonesia atau Parti Rakyat Malaysia (PRM) banteng telah digunakan. Ataupun seladang di Malaysia. Lambang itulah yang digunakan oleh SI yang memberikan gambaran kekuatan. Sebelum Sukarno menggunakan lambang tersebut pada Parti Nasional Indonesia (PNI), Sukarno telah menghadap Haji said Cokroaminoto untuk mendapatkan keizinan bagi menggunakan lambang tersebut.

    Membaca sumbangan kiyai ahmad dahlan dan HAMKA merasakan diri ini seperti tiada apa2 nilai dunia. Menggelegak darah ini tidak keruan ketika membacanya. Menjadi satu tabiat saya membaca dalam keadaan berbaring, tetapi ketika membaca sumbangan dan usaha yang telah mereka laukuan menyebabkan diri ini bangun dan membacanya dalam keadaan berdiri. Terasa amat besar jurang sumbangan mereka pada umur yang sama seperti saya.
    Saya memetik kata-kata dr hafidzi
    “ keunikan HAMKA sebagai sejarawan berbanding ahli-ahli sejarawan di menara gading ialah beliau turut menjadi PELAKU SEJARAH”

    Benarlah kata pujangga, sejarah itu ditulis oleh mereka yang menang.