• Lambertsen Barber posted an update 1 year, 1 month ago

    Growing in the bed field, and also specifically cushion creation, I have found all forms of mattresses come via the pipe. These latex bed reviews are actually from one that has actually produced virtually every style of bed mattress seen in a neighborhood bed store showroom.

    There are many latex bed mattress examines online however I all the best question that any of those reviews come off a source that absolutely comprehends just what this takes to make a resilient but comfy bed all at once. Most just want to obtain you to their website and market you one thing. Customers have to be warned that there are actually numerous selections when this pertains to deciding on the ideal latex bed mattress as well as they are actually NOT all equal in concept.

    Any person finding latex mattress testimonials is currently informed of the numerous qualities these rubber mattresses possess so I don’t actually require to enter all the advantages in this particular article. You most likely currently know that there are 2 forms of latex bed processes, Dunlop as well as Talalay. Dunlop produces a more dense and also much less according version while the Talalay procedure renders a more dainty and even more agreeing product which matches side people a lot a lot better. You’ve perhaps additionally check out latex bed reviews concerning natural latex vs. mixed latex as well as are actually now carefully puzzled or even very likely just disinformed through a person attempting to sell you the extra costly all all-natural latex selections or blends.

    Mere, blended latex produces more powerful and even more impact resistant latex. That is actually right; you were actually possibly misled right into feeling the all natural latex was actually a much better item, which will be wrong. Right here is actually a quote straight from Latex International, the foremost United States authority on this subject, "100% organic latex centers experience 5 to10% even more mattress primary elevation loss (i.e. physical body perceptions) as a result of deterioration compared to our mixed Talalay and also 2 to 3 times more loss (softening) because of redoed resting and resting". So you view, I am actually certainly not attempting to entice you to acquire the even more pricey organic latex, however rather presenting you with straightforward and also simple fact based latex cushion assessments off quality sources.

    Along with rising rates on organic rubber nowadays (30% rise in 2011 until now) numerous suppliers are attempting to always keep the price adverse these beds by supplying just predisposed latex in the concept. For the purest this is perhaps not the method to go but for the functional individual this can provide a great compromise. In these latex cushion evaluations here is exactly what I think to be a great way to head to not only save a substantial amount of funds, however also get a comfy and heavy duty bed mattress. Begin with a good plant located poly foam help foam (soya froth or castor froth) similar to just what you presently invite your home and also sit on this every night while viewing TELEVISION – sofa pillows.
    eatonmasonryandstone.com/the-best-time-to-get-the-mattress-we-were-looking-for/ would certainly be actually 5-6 ins and after that topped along with 3" from either Talalay combination or Dunlop latex. Overall height after incorporating a padded cover would be around 9.5 inches which is actually ideal for performing the task and also maintaining the expenses down. Criterion fitted sheets will work merely alright on this height of cushion.

    In studying for these latex mattress evaluations I have actually located many companies presently doing this form of design however in my point of view almost getting that right. The styles I have viewed only possess 2" from latex on the leading which are going to just give one a small feeling from the features from a latex bed mattress. 3" is what is actually necessary in order to get significant perks and experience the pressure alleviation latex beds are renowned for.

    Labor Day sales near me could see this design having excellent commercial success for youngster’s bedrooms, recreational vehicle cushions, bedroom and operate as a principal bed mattress for those attempting to spare some piece in hard economical opportunities. Knowing just what I learn about mattress manufacturing expenses nowadays, this sort of bed should be readily available for under a marvelous in a King dimension making that a great alternative over those standard springtime bed mattress in the exact same rate assortment.

    So to conclude to these latex bed mattress customer reviews, allow me just state that there is actually no wrong selection when that involves purchasing a latex bed. It will deliver the very best ROI of any sort of style bed cash may get. If you have deep pockets as well as are actually not affected due to the economic climate, obtain a 100% latex bed mattress. If you rest mostly on your back, go with one constructed from Dunlop foam. If you rest mostly in your corner, Talalay latex must satisfy you a lot better. If you are hoping to obtain the absolute a lot of value, look for one as described over. Finally, continue along with your latex bed evaluations as well as just ask your own self which makes the best feeling for you and also stay with it. When matched up to moment froth or spring season type beds, latex is the very clear victor in both comfort and also durability.

0 comments

  1. Oleh Abdullah Fikri Bariman
    Ahli Aktif IKRAM Batu Pahat

    Bukanlah satu perkara mudah untuk kita melakukan satu perkara yang luar dari kepakaran kita. Sebagai contoh adakah seorang mekanik kereta mampu melakukan pembedahan di dewan bedah sebagai seorang doktor?. Tentu saja sukar dan jauh dari kepakaran yang dimiliki. Mungkin contoh ini agak ekstrem tetapi antara sebab utama saya sangat mengikuti setiap siri karya penulis ini adalah apabila penulis melakukan satu karya yang bagi saya jauh panggang dari api jika kita melihat kepada latar pendidikan yang ditempuhi. Beliau yang berkelulusan PhD Zoology (University of Aberdeen, Scotland) menulis karya tentang sejarah. Ya, berkenaan sejarah. Satu bidang yang berbeza bagi saya.
    Atas sebab itu saya bersungguh-sungguh untuk mencari dan membaca Jejak Risalah Nusantara 1 karya Prof. Madya Dr. Hafidzi Bin Mohd Noor. Akhirnya saya telah berjaya mendapatkannya dari penerbit Risalah Harmoni. Satu tabiat saya tentang buku apa yang sepatutnya saya baca, saya berpegang kepada satu pepatah direka sendiri ‘Mengenali Siapa Penulisnya sebelum Memilih Buku’. Saya secara peribadi pernah bertemu penulis dan mengikuti satu sesi perbincangan beliau pada tahun 2007 ketika persediaan sebelum Program jelajah Indonesia yang lebih dikenali ‘Road to Jawa 2’. Disitulah bibit-bibit kekaguman kepada beliau berputik. Bagaimana dr Hafidzi mampu untuk mengikat saya di tempat duduk tanpa berasa bosan walaupun sejenak dari pagi sampai tengahari betul-betul membuka mata saya betapa sejarah ini ada nilai yang tinggi dan tersendiri.
    Setiap peristiwa yang terjadi tidak berlaku dengan sendirinya tanpa ada sebab dan akibatnya. Dr Hafidzi mampu untuk melengkapkan dan menyambung setiap titik peristiwa kepada satu Matlamat yang jauh. Bagaimana kejatuhan Umat islam di Andalusia mempengaruhi umat islam di Nusantara. Apabila Ratu Isabel Berjaya menjatuhkan Andalusia dan rentetan terbukanya jalan laut ke wilayah baru nusantara. Dr hafidzi tidak akan meletakkan satu-satu peristiwa bersendirian. Pasti ada sebab dan akibat yg memberi kesan baik atau buruk pada satu-satu tempat. Apa yang berlaku di Johor di selatan tidak hanya memberi kesan kepada Johor semata, melainkan pasti ada kesan secara lansung atau tidak pada Kelantan di timur atau kedah di utara. Begitulah kemampuan dr hafidzi bijak mencatumkan sekeping ‘jigsaw puzzle’ mejadi satu ‘big picture’ bagaimana taakulan kita terhadap sesuatu peristiwa
    Menceritakan tentang perkara lalu bukanlah satu perkara mudah, hatta kita sendiri untuk menceritakan apa yang telah kita lakukan pada hari semalam kadang-kadang bukan semua kita dapat ingat kembali. Begitulah sifat sejarah, merungkai kembali apa yang telah lepas ratusan tahun lalu perlukan sebuah rujukan. Ternyata buku ini memberikan setiap peristiwa yang berlaku ada rujukannya. Dr hafidzi memasukkan peristiwa bukan semberono melainkan ada rujukan disisipkan. Setiap peristiwa ada nota kaki yang diberikan. Itulah antara salah satu sebab buku ini bukan buku sejarah ‘syok sendiri’.
    Menceritakan apa yang berlaku tanpa bukti satu perkara yang sukar walaupun peristiwa tersebut adalah benar. Oleh itu dr hafidzi menceritakan sesuatu perkara diselang-selikan dengan gambar kesan peristiwa sejarah tersebut. Perkara ini amat berkesan dalam kita menghayati sesebuah peristiwa dengan sedikit sebanyak mampu membawa kita seolah-olah kita berada di masa tersebut. Ini memberi kesan besar untuk memahami apa yang telah berlaku. Dr hafidzi bukan sekadar menyatakan peristiwa tersebut , bukan sekadar membaca sahaja di buku-buku tetapi pergi terus ke tempat dan peristiwa itu . melihat sendiri kesan peristiwa tersebut. Bukan sekadar menyelak-nyelak buku di rak-rak perpustkaan untuk mendapatkan fakta dan maklumat. Tetapi menghabiskan keringat dan wang ringgit untuk memastikan fakta dan peristiwa yang tepat.
    Buku ini sangat sesuai untuk pemula atau bacaan yang sangat baik untuk sesiapa saja yang ingin mendapatkan gambaran awal dan kefahaman sedikit sebanyak sejarah nusantara. Bagaimana pertembungan islam dan budaya setempat diasimilasi dengan baik walapun memakan masa yang lama. Ternyata warisan islam ke Nusantara bukan monument atau bangunan hebat-hebat seperti candi prambanan atau Borobudur. Tetapi adalah warisan ilmu dan ketamadunan. Setiap perubahan itu bukan sahaja perlukan perubahan politik tetapi yang lebih utama adalah perubahan ilmu yang kekal dan membentuk generasi hadapan

  2. JEJAK RISALAH DI NUSANTARA 2 (JIHAD MELAWAN PORTUGIS & SEPANYOL)
    Reviu oleh Abdullah Fikri Bariman
    Pengerusi IkramSISWA UTHM

    Tajuk bukunya adalah jejak risalah nusantara, tetapi jika anda memulakan pembacaan makalah ini antara bab awal yang menyapa anda adalah peristiwa kejatuhan kerajaan Andalus di Sepanyol yang telah memerintah selama 800 tahun di bumi eropah tersebut. Bukankah Negara Sepanyol itu jauh beribu batu dengan wilayah nusantara, maka kenapa sebagai pembuka bicara makalah ini dimulakan dengan peristiwa ini?.

    Itulah kehebatan Dr Hafidzi, menyambung titik peristiwa seantaro dunia dan kesannya terhadap wilayah nusantara. Penaakulan yang kemas, tidak semberono dan memberi gambaran bagaimana dunia ini bergerak dari barat ke timur utara dan selatan.

    Bagi Jilid 2 ini walaupun ianya bernombor ii(2) mengikut susunan , tetapi ianya baru sahaja siap ditulis dan diterbitkan pada 2015. Sedangkan Jiid VI(4) Gerakan Islam penggerak kemerdekaan Indonesia diterbitkan pada tahun 2009, manakala jilid V(5) telah diterbitkan oleh JIMedia pada Okotber 2009. Kenapa berlaku sebegitu rupa, Dr. Hafidzi ada menjelaskan sebab berlakunya langkauan jilid ini dan seolah-olah tidak mengikut susunan.

    Jika Siri 1 adalah terbitan JIMedia Siri 2 ini pula adalah terbitan Risalah Harmoni. Ternyata terbitan kali ini memberi nafas segar kepada karya ini. Kemasan kulit buku yang sangat cantik dan kemas mampu memikat sesiapa sahaja melihatnya. Pandangan pertama melihat kulit buku berlatar belakangkan pintu gerbang A. Famosa sebahagian dari Kubu Santiago sahaja sudah menarik. Dengan warna yang segar dan lari jauh dari konsep tradisional buku sejarah yang pada kebiasaannya warna kusam dan tiada gambar atau lukisan. Tetapi Risalah Harmoni telah memberi imej baru bagi buku yang bertema sejarah. Tahniah Risalah Harmoni kerana mampu menerbitkan buku bergenre sejarah pada kebiasaannya hanya mampu menarik pembaca dikalangan ahli akademik ataupun pemikir, tetapi kali ini saya yakin dengan strategi yang berkesan dan kemasan sebegini ianya mampu menarik pelbagai lapisan masyarakat membaca karya ini.

    Jejak Risalah ini Siri 2 ini mengekalkan ketebalan yang hampir sama dengan jilid 1 iaitu 120 muka surat. Dengan pembacaan sederhana anda mampu menghabiskan bacaan keseluruhan dalam masa 2 hari sahaja. Ini kerana setiap bab memberi makna, gaya penulisan yang seolah-olah kita sekali berada di zaman tersebut. Ianya akan membuatkan anda terus tertanya-tanya apakah yang akan berlaku seterusnya.

    Jika prakata siri 1 adalah daripada Prof Dr Mohamed Hatta Shaharom Pakar runding Psikiatri, bagi siri 2 ini daripada Ustaz Alias Othman Ahli dewan Perwakilan Nasional Pertubuhan IKRAM Malaysia. Saya secara peribadi selalu mengamati prakata setiap siri ini kerana ternyata rakan-rakan Dr Hafidzi telah memberikan penyaksian kehidupan betapa penulis siri ini bukan calang-calang. Sering disifatkan sebagai seorang yang sangat gigih dalam perjuangan dan memiliki semangat berkorban yang menabjubkan. Ulasan sebegitu rupa membangkitkan lagi semangat saya untuk membaca karya ini kerana penulisan ini bukan atas dasar amatan kosong sekadar mengambil rujukan dari buku-buku di rak perpustakaan. Tetapi atas tinta perjuangan yang telah dilaksanakan. Inilah karya yang mampu membangkitkan roh perjuangan disingkap dari zaman silam buat pedoman generasi kini
    Portugis dan Sepanyol merupakan watak penting bagi siri ini. Fokus utama bagi jilid ini adalah wilayah semenanjung tanah melayu dan kepulauan Borneo. Jika disebut Portugis mungkin yang kita kenali adalah pemain bola sepak terkenal Cristiano Ronaldo, tetapi sekitar 600 tahun lalu negara inilah yang menjarah tanah melayu dan sangat sinonim dengan nama Melaka. Pertualangan Portugis untuk sampai ke tanah melayu bukan satu perkara mudah apabila perlu menguasai lautan hindi dahulu untuk ke misi menguasai tanah melayu. Penerokaan pertama di lautan hindi telah diketuai oleh Vasco Da Gama yang secara terang-terangan mendedahkan bahawa kedatangannya adalah untuk mencari penganut krisitian dan rempah. Jalan yang dirintis Da Gama ini diteruskan oleh Alfonso de Albuquerque yang berjaya menjatuhkan Goa dan seterusnya misi ini diteruskan sehingga ke Tanah Melayu.
    Sedikit paparan tulisan Dr Hafidzi kenapa Melaka ketika itu menjadi rebutan Portugis
    “ Kedudukan Melaka yang strategik, di tengah-tengah laluan ke benua kecil India dan tanah besar di Tiongkok, menjadikan ia tempat pertemuan dagang antarabangsa, sehingga dalam kalangan saudagar Arab, Melaka lebih dikenali sebagai ‘Mulakat’ iaitu ‘tempat pertemuan’ “

    Ternyata kejatuhan kota Melaka pada tahun 1511 ini umpama pukulan ‘knockout’ Muhammad Ali kepada George Foremen di Kejohanan Tinju bertempat di Zaire. Umat islam yang menguasai laluan perdagangan tidak lagi memegang pusat-pusat perlabuhan penting. Jalan perdagangan yang putus di lautan Hindi kini menerpa pula di wilayah nusantara apabila jatuhnya kota Melaka. Dengan jatuhnya kekuasaan politik menatijahkan lemahnya kekuatan ekonomi. Laluan perdagangan rempah bernilai jutaan itu kini dikuasai oleh Aparat Portugis. Satu kerugian besar buat seluruh umat islam atas kehilangan wilayah Melaka ini.

    Untuk kesinambungan kejatuhan Melaka Dr hafidzi telah memasukkan peranan Brunei yang sebegitu kuat menjadi benteng kepada penguasaan yang lebih kuat Portugis ke atas wilayah nusantara. Brunei diasak dari utara oleh Sepanyol yang menganggap kesultanan Brunei sebagai musuh dan ancaman, manakala Portugis melihat Brunei sebagai salah satu pelabuhan di sepanjang laluan perdagangan yang menguntungkan. Brunei akan menjadi pelabuhan penyambung kepada wilayah portugis di Macau. Sungguhpun begitu kuat ancaman dari Sepanyol dan Portugis Brunei tetap merdeka dari penguasaan kuasa asing.

    Untuk bab terakhir bagi siri ini Dr. Hafidzi menamatkan dengan sedikit ‘teaser’ berkenaan makalah siri 3 iaitu Melaka menyerah kalah pada Portugis 1511?. Kemudian bab seterusnya yang paling menarik buat pedoman pasangan muda melayar bahtera. Walapun penulis belum berumah tangga tetapi bab terakhir daripada siri ini benar-benar satu contoh pasangan yang saling menghargai dan memahami tujuan ‘masjid’ itu bina. Benarlah kata pujangga Perjuangan itu bermula dengan bahagianya rumahtangga.

  3. Oleh Abdullah Fikri Bariman

    Jika revolusi perancis pada 1789–1799 digerakkan oleh roh perjuangan kerana kesengsaraan hidup golongan bawahan yang diperintah oleh kerajaan monarki Perancis lalu menjadikan negara moden Perancis tika ini. Manakala Negara Indonesia merdeka atas keringat dan perjuangan roh islam . Tidak akan merdeka negara Indonesia yang menjaga kedaulatan Negara selepas jatuhnya Jepun didalam peperangan Dunia ke-2 selama 5 tahun daripada dirobek kembali oleh belanda jika bukan kerana dek usaha berterusan gerakan islam yang berkorban masa dan tenaga untuk Negara tercinta. Itulah yang menjadi Intipati utama dalam karya Dr hafidzi bagi siri Jejak Risalah Di Nusantara 6(VI) Gerakan Islam Penggerak Kemerdekaan Indonesia. Bagaimana golongan ulamak terdahulu memulakan islah di kalangan rakyat seterusnya menjadi tonggak utama di tengah-tengah gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia
    Ternyata Makkah dan dunia islam tidak dapat dipisahkan, bukan sahaja sebagai tempat suci umat islam yang terletaknya kaabah tetapi sebagai sumber kekuatan roh bagi umat ini. Para hujjaj yang kesana bukan sekadar menunaikan ibadat haji, tetapi seolah-olah menghadiri satu konvensyen tahunan mengumpulkan hampir keseluruhan pejuang umat ini seantaro dunia. Seringkali setiap kali pulangnya mereka yang pulang dari menunaikan haji akan membawa satu perubahan baru kepada penduduk setempat. Ianya seolah-olah memberikan satu kehidupan baru kepada hujaj tersebut dengan simbolik mempunyai nama baru. Sebagai contoh Muhammad darwis telah dianugerahkan nama baru iaitu Haji Muhammad Dahlan pendiri gerakan Muhammadiyah.
    Perjuangan di wilayah nusantara ini berterusan kerana para ulama di nusantara tidak putus-putus mengunjungi tanah haram yang diberkati bagi menuntut hikmah dan ilmu dari pada ulama terbilang yang tidak lain tidak seperti haji Ahmad khatib yang menjadi guru kepada hampir keseluruhan ulamak pembaharu di wilayah nusantara Syeikh Abdul Karim Amrullah (ayah Hamka), Hj Agus Salim (The Grand Old Man), Syeikh Tahir Jalaluddin dan Sayyid Syeikh Al-Hadi. Peranan ulama mekah yang menerajui perjuangan bermula dengan pendidikan dan pencerahan keilmuan yang merintis kemerdekaan ini menjadi asas kepada Negara Indonesia dan Malaysia. Tanpa gerakan ulama ini maka tiadalah Negara Malaysia kita yang tercinta.

    Perjuangan di Indonesia ini bermula dengan mengukuhkan kembali ekonomi umat islam yang ternyata sedang tenat dan kebanyakan rakyat di kalangan petani terpaksa menjadi pengemis di tanah air sendiri. Tanah pertanian yang disewa daripada belanda dan cukai yang membebankan menyukarkan para petani untuk meneruskan kelansungan hidup. Oleh itu gerakan Syarikat Perdagangan Islam atau lebih dikenali sebagai Syarikat Islam (SI) telah menjadi pencetus kepada gerakan Kemerdekaan Indonesia. Pelopor utama SI tidak lain tidak bukan adalah ‘The Uncrowned King Of Java’ Haji Omar Said Cokroaminoto yang berjaya menyatukan hampir keseluruhan etnik di Indonesia menjadi satu suara. Jika anda pernah melihat lambing parti PDI-P di Indonesia atau Parti Rakyat Malaysia (PRM) banteng telah digunakan. Ataupun seladang di Malaysia. Lambang itulah yang digunakan oleh SI yang memberikan gambaran kekuatan. Sebelum Sukarno menggunakan lambang tersebut pada Parti Nasional Indonesia (PNI), Sukarno telah menghadap Haji said Cokroaminoto untuk mendapatkan keizinan bagi menggunakan lambang tersebut.

    Membaca sumbangan kiyai ahmad dahlan dan HAMKA merasakan diri ini seperti tiada apa2 nilai dunia. Menggelegak darah ini tidak keruan ketika membacanya. Menjadi satu tabiat saya membaca dalam keadaan berbaring, tetapi ketika membaca sumbangan dan usaha yang telah mereka laukuan menyebabkan diri ini bangun dan membacanya dalam keadaan berdiri. Terasa amat besar jurang sumbangan mereka pada umur yang sama seperti saya.
    Saya memetik kata-kata dr hafidzi
    “ keunikan HAMKA sebagai sejarawan berbanding ahli-ahli sejarawan di menara gading ialah beliau turut menjadi PELAKU SEJARAH”

    Benarlah kata pujangga, sejarah itu ditulis oleh mereka yang menang.